Tata Cara Ibadah Haji yang Benar

Tata Cara Ibadah Haji yang Benar

Seperti yang kita ketahui bahwa rukun Islam yang kelima adalah menunaikan haji bagi yang mampu. Oleh sebab itu setiap tahunnya pasti banyak umat Islam dari berbagai dunia untuk pergi haji ke tanah suci Mekah. Indonesia sendiri merupakan suatu negara demokratis dengan mayoritas agama Islam, otomatis masyarakat yang berangkat ibadah haji setiap tahunnya sangat banyak.

Berangkat Ibadah Haji Untuk beribadah kepada Allah

Dengan berangkat haji ini, umat Islam akan melaksanakan serangkaian amal ibadah uang telah sesuai dengan rukun yang telah ditentukan. Banyak umat Islam yang berharap keberangkatannya ini sangat khusyuk agar sepulangnya nanti menjadi haji yang mabrur atau haji seseorang yang sudah melaksanakan seluruh rangkaian ibadah di tanah suci dengan benar, ikhlas, tidak tercampur dosa, menggunakan biaya halal, dan setelah pergi haji menjadi orang yang lebih baik lagi.

travel ibadah haji dan umroh
travel ibadah haji dan umroh

Ibadah haji ini dilaksanakan biasanya pada bulan Dzulhijah dan kebanyakan melaksanakan haji ini berada 40 hari di tanah suci Mekah. Agar melakukan ibadah dengan benar, maka Anda harus memenuhi beberapa rukun haji, wajib haji, dan sunah haji.

Rukun Ibadah haji terdiri dari 6 perkara, diantaranya adalah:

  1. Ihram yang merupakan niat untuk memulai ibadah haji dengan memakai kain putih. Ibadah ini dilaksanakan atau dimulai tepat setelah sampai di Miqat atau di batas yang sudah ditetapkan yaitu Miqat Zamani dan Miqat Makani.
  2. Wukuf di Arafah merupakan acara berhenti di padang arafah dari mulai tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijah sampai dengan terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah.
  3. Thawaf Ifadhah yang merupakan acara dimana umat mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali.
  4. Sa’i adalah lari kecil atau jalan cepat antara bukit Shafa dan Marwah.
  5. Mencukur atau menggunting rambut sedikitnya 3 helai rambut.
  6. Tertib menjalankan rukun haji.

Kemudian untuk wajib haji terdiri dari 7 perkara, diantaranya adalah:

  1. Ihram dimulai dari Miqat
  2. Bermalam di Muzdalifah pada malam hari raya haji sesudah dari padang Arafah
  3. Melempar Jumrotul Aqobah
  4. Melempar tiga Jumroh yaitu jumroh Aqobah, jumroh Ula, dan jumroh Wastho setiap tanggal 11, 12, dan 13 pada bulan haji
  5. Bermalam di Mina
  6. Thowaf Wada
  7. Menjauhkan diri dari larangan atau perbuatan yang diharamkan dalam ihrom dan umroh

Sedangkan sunah haji terdiri dari 6 perkara, yaitu:

  1. Cara mengerjakan haji terdapat 3 cara yaitu ifrad yakni melakukan ibadah haji di awal, tamattu yakni melaksanakan ibadah setelah umroh, dan qiran yakni melakukan ibadah dan umroh bersamaan.
  2. Membaca talbiyah selama melakukan ibadah dan umroh bersamaan.
  3. Berdoa setelah membaca talbiyah.
  4. Berdzikir sewaktu thawaf.
  5. Shalat dua rakaat sesudah thawaf.
  6. Masuk ke ka’bah.

Dalam mengerjakan haji harus sesuai dengan rukun haji, wajib haji, dan juga sunah haji. Tetapi selain itu ada juga larangan saat mengerjakan haji. Hal-hal yang dilarang oleh orang yang sudah memakai pakaian ihram dan sudah berniat untuk beribadah adalah:

  1. Melakukan hubungan seksual atau apapun yang mengarah pada perbuatan hubungan seksual
  2. Melakukan perbuatan tercela dan maksiat
  3. Membuat keributan dengan orang lain
  4. Memakai pakaian yang berjahit untuk laki-laki
  5. Memakai wangi-wangian
  6. Memakai khuff yaitu kaos kaki atau sepatu yang menutup mata kaki
  7. Melakukan akad nikah
  8. Memotong kuku
  9. Mencukur atau mencabut rambut
  10. Memakai pakaian yang mempunyai bau harum
  11. Membunuh binatang buruan
  12. Memakan daging binatang buruan

Dalam melaksanakan ibadah haji, Anda juga harus mengetahui bahwa ternyata ada beberapa macam haji yaitu haji ifrad, haji tamattu, dan haji qiran seperti yang disebutkan dalam sunah haji. Berikut penjelasannya:

  1. Haji Ifrad yaitu membedakan antara haji dan umroh. Dimana haji dan umroh ini dikerjakan dengan sendiri-sendiri. Pelaksanaannya haji akan dilakukan terlebih dahulu kemudian setelah selesai barulah melakukan umroh. Semua dilakukan ketika masih berada dalam bulan haji. Anda dapat melaksanakan ihram dari miqat dengan niat haji dan ihram dari miqat dengan niat umroh.
  2. Haji Tamattu adalah melakukan umroh terlebih dahulu pada bulan haji, kemudian setelah selesai baru melakukan haji. Untuk orang yang akan melakukan haji tamattu ini wajib membayar hadyu atau denda dengan menyembelih seekor kambing. Jika tidak mampu dapat digantikan dengan berpuasa selama 10 hari pada 3 hari di tanah suci, dan 7 hari setelah kembali ke tanah air. Haji ini dilakukan dengan ihram dari miqat dengan niat umroh dan melaksanakan haji setelah selesai semua amalan umroh.
  3. Haji qiran adalah melaksanakan ibadah haji dan umroh secara bersamaan. Dengan begitu segala amalan umroh sudah tercakup dalam amalan haji. Untuk melaksanakan haji qiran ini ihram dari miqat dengan niat untuk haji dan umroh sekaligus dan melakukan seluruh amalan haji.

Setelah Anda mengetahui beberapa hal tentang ibadah haji dan umroh, maka Anda juga harus mengetahui cara keberangkatan Anda. Anda lebih baik mengetahui travel mana yang terbaik dan terpercaya. Sehingga Anda tidak terkena tiup dan menghabiskan uang yang telah Anda kumpulkan. Adalah PT. Dhiyaa El Haramain El Mubarakah yang merupakan salah satu travel yang sudah terpercaya dan sudah mendapatkan izin dan legalitas resmi dari pemerintah Indonesia. Dengan travel ibadah haji dan umroh ini, Anda sudah dipastikan akan berangkat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan terlebih dahulu dan tentunya dengan harga yang wajar dan sesuai. Di dalam travel ini juga sudah terdapat pembimbing yang profesional sehingga dapat ibadah Anda semakin sempurna ketika menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekah.