Pakaian ihram laki-laki adalah dua helai kain tanpa jahitan: satu disarungkan di bagian bawah tubuh dan satu diselendangkan di bahu. Tuntunan Manasik Haji dan Umrah dari Kementerian Agama menyebut kain berwarna putih sebagai sunah. Setelah niat ihram, jemaah laki-laki juga terikat larangan, antara lain tidak memakai pakaian bertangkup, sepatu yang menutup mata kaki, dan penutup kepala yang melekat.
Rujukan utama tulisan ini ialah Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, halaman tercetak 73–77 dan 261–263. Pembimbing ibadah tetap menjadi tempat bertanya untuk kondisi pribadi.
Dua Kain Ihram dan Cara Memakainya
Menurut panduan Kemenag, jemaah pria memakai dua helai kain ihram. Satu kain disarungkan, satu lagi diselendangkan di kedua bahu, dan keduanya harus menutup aurat. Jemaah perempuan tidak memakai kain ini; pakaian ihram perempuan berupa pakaian biasa yang menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan.
- Kain pertama disarungkan dari pinggang ke bawah dan diikat agar tidak mudah melorot saat berjalan di keramaian.
- Kain kedua diselendangkan menutup kedua bahu.
- Saat tawaf, disunahkan memakai cara idhtiba’: bagian tengah selendang berada di bawah bahu kanan, sedangkan kedua ujungnya di atas bahu kiri.
- Warna putih disunahkan.
Cara idhtiba’ hanya dipakai ketika tawaf. Setelah itu selendang kembali menutup kedua bahu. Urutan lengkap ibadahnya dapat dipelajari pada panduan tata cara tawaf umroh.
Sunah Sebelum Berihram
Kemenag mencantumkan lima sunah sebelum berihram. Jemaah dianjurkan mandi, memakai wangi-wangian pada tubuh, memotong kuku serta merapikan jenggot dan rambut ketiak dan kemaluan, memakai kain ihram putih, lalu salat sunah ihram dua rakaat.
Wangi-wangian hanya boleh dipakai di badan sebelum niat. Setelah berniat, wewangian baru tidak boleh dipakai, begitu pula pakaian yang dicelup bahan wangi. Memotong kuku dan mencukur rambut juga tidak boleh dilakukan selama ihram, karena itu urusan perawatan diri sebaiknya selesai sebelum niat. Waktu dan tempat berganti pakaian bergantung pada rute dan arahan rombongan, jadi tanyakan jadwalnya kepada pembimbing.
Larangan Ihram bagi Laki-Laki
Panduan Kemenag menyebut tiga larangan yang khusus bagi laki-laki selama berihram:
- Memakai pakaian bertangkup, yaitu pakaian yang ujung kainnya disatukan secara permanen seperti celana atau baju.
- Memakai kaus kaki atau sepatu yang menutupi mata kaki dan tumit.
- Menutup kepala dengan penutup yang melekat seperti topi, peci, atau sorban.
Di luar itu, laki-laki dan perempuan sama-sama dilarang memakai wewangian setelah niat, memotong kuku, mencukur atau mencabut rambut dan bulu badan, memburu atau membunuh hewan buruan, menikah atau meminang, bercumbu, serta bertengkar dan berkata kotor. Pelanggaran dapat membawa konsekuensi tertentu, sehingga pertanyaan tentang denda atau dam sebaiknya disampaikan kepada pembimbing, bukan ditebak sendiri.
Hal yang Dibolehkan dan Pertanyaan yang Sering Muncul
Kemenag juga mencatat hal yang boleh dilakukan saat ihram. Jemaah boleh mandi, menyikat gigi, memakai kacamata, jam tangan, cincin, dan ikat pinggang, serta berteduh di bawah payung, tenda, mobil, atau pohon. Kain ihram juga boleh dicuci dan diganti.

Bagaimana bila perlu membuka kain? Panduan Kemenag membolehkan melepas kain ihram di tempat tertutup, misalnya saat buang hajat di kamar mandi atau mengganti kain yang kotor. Membukanya di tempat terbuka hukumnya haram, tetapi tidak dikenai dam.
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah soal pakaian dalam. Panduan Kemenag yang dirujuk tidak membahasnya secara rinci. Karena larangan menyebut pakaian bertangkup, tanyakan ketentuan dan pilihan yang sesuai kepada pembimbing sebelum berangkat daripada mengikuti kebiasaan jemaah lain.
Menyiapkan Ihram Bersama Pembimbing
Titik berihram bergantung pada jalur perjalanan. Sebagai gambaran, jemaah yang mengambil umroh dari Thaif berihram di miqat Qarnul Manazil, seperti dibahas pada catatan program umroh dari Thaif. Persiapan lain, mulai dari dokumen sampai perlengkapan, dirangkum dalam panduan persiapan umroh untuk pemula, sedangkan urutan ibadah setelah tawaf ada di artikel sa’i umroh.
Ingin berlatih memakai kain ihram dalam manasik sebelum berangkat? Hubungi tim Elharamain Wisata lewat WhatsApp dan mintalah jadwal manasik serta rincian layanan secara tertulis.
FAQ tentang Pakaian Ihram Laki-Laki


Berapa helai kain ihram untuk laki-laki?
Dua helai kain tanpa jahitan. Satu disarungkan dan satu diselendangkan di bahu. Warna putih disunahkan menurut panduan Kemenag.
Apakah laki-laki boleh memakai sandal saat ihram?
Yang dilarang adalah kaus kaki atau sepatu yang menutupi mata kaki dan tumit. Pilih alas kaki terbuka dan pastikan sesuai arahan pembimbing.
Bolehkah kain ihram dicuci atau diganti?
Boleh. Panduan Kemenag mencantumkan mencuci dan mengganti kain ihram sebagai hal yang diperbolehkan selama ihram.
Apakah boleh berteduh dengan payung?
Boleh. Berteduh di bawah payung, tenda, mobil, atau pohon termasuk hal yang diperbolehkan, sedangkan penutup kepala yang melekat seperti peci atau topi dilarang.
Untuk konsultasi layanan umroh Elharamain Wisata, hubungi tim melalui WhatsApp.
