Ketahui Tata Cara Menunaikan Ibadah Haji Mabrur

Ketahui Tata Cara Menunaikan Ibadah Haji Mabrur

Menunaikan ibadah haji merupakan kewajiban bagi umat Islam yang sudah mampu. Tentu saja umat Islam yang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci memiliki keinginan untuk menjadi haji yang mabrur. Haji yang mabrur merupakan umat Islam yang pergi menunaikan ibadah haji dan ibadahnya tersebut telah diterima oleh Allah SWT. Haji mabrur bukanlah orang yang menunaikan ibadah haji karena syariat Islam semata. Untuk mendapatkan gelar haji yang mabrur, umat Islam harus menunaikan ibadah haji dengan penuh kesungguhan dan kekhusyukan. Sehingga, doa yang dipanjatkan selama melakukan ibadah haji bisa dikabulkan oleh Allah SWT. Selain itu, haji yang mabrur harus melakukan ibadah haji sesuai dengan tata cara yang telah ditetapkan oleh syariat Islam.

Tata Cara Menunaikan Ibadah Haji Mabrur
Tata Cara Menunaikan Ibadah Haji Mabrur

Di bawah ini adalah tata cara ibadah haji yang harus dilakukan supaya mendapatkan gelar haji mabrur.

  • Ihram

Wajib hukumnya bagi umat Islam yang ingin menjadi haji mabrur melakukan ihram. Ihram diartikan sebagai niat atau kesungguhan di dalam hati umat Islam untuk menunaikan ibadah haji karena Allah SWT. Ihram bisa dilakukan saat berada di miqat dengan cara melafalkan doa ihram dengan khusyuk sambil menghadap ke arah kiblat.

Setelah mengucapkan doa ihram, jamaah haji harus mengganti pakaiannya dengan pakaian ihram. Pakaian ihram untuk laki-laki terdiri dari dua helai kain berwarna putih yang digunakan sebagai sarung dan penutup tubuh bagian atas. Sedangkan, pakaian ihram untuk perempuan menyerupai mukena yang berwarna putih dan menutupi seluruh aurat.

Setelah melakukan ihram, jamaah haji mabrur dilarang melakukan hal-hal berikut ini: berhubungan badan, bertengkar karena masalah yang sepele, melakukan perbuatan berdosa, mengenakan pakaian dengan jahitan, menggunakan minyak wangi, memotong rambut, bulu, dan kuku, serta menikah.

  • Mabit

Kegiatan lain yang wajib dilakukan oleh jamaah haji mabrur adalah mabit. Mabit merupakan aktivitas bermalam di Mina. Jamaah haji akan melakukan perjalanan menuju Mina pada tanggal 8 Dzulhijjah setelah matahari terbit dan sampai di Mina saat waktu salat Zuhur sudah tiba. Setelah sampai di Mina, jamaah haji akan menunaikan salat Zuhur sebanyak dua rakaat dan salat Asar sebanyak dua rakaat. Salat terebut dilakukan dengan cara qasar, begitu pula dengan salah Magrib dan salat Isya.

  • Wukuf

Jamaah haji mabrur tidak boleh melewatkan kegiatan yang satu ini, yaitu wukuf yang dilakukan di Padang Arafah. Wukuf merupakan aktivitas yang menjadi puncak dari ibadah haji. Wukuf di Padang Arafah dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah setelah jamaah haji menyelesaikan mabit di Mina. Selama berada di Padang Arafah, jamaah haji akan melakukan salat Zuhur sebanyak dua rakaat dan salah Magrib sebanyak dua rakaat dengan cara jama’ taqdim atau jama’ qasar. Selama melakukan wukuf di Padang Arafah, jamaah haji bisa menggunakan waktu untuk berzikir, berdoa, dan memohon ampun kepada Allah SWT. Wukuf di Arafah berakhir saat matahari sudah terbenam.

  • Mabit

Jamaah haji mabrur tidak hanya melakukan mabit atau bermalam selama sekali. Jamaah haji harus melakukan mabit lagi di Muzdalifah. Mabit di Muzdalifah ini dilakukan setelah menunaikan wukuf di Padang Arafah. Setelah mencapai Muzdalifah, jamaah haji wajib menunaikan salat Magrib sebanyak tiga rakaat dan salat Isya sebanyak dua rakaat dengan cara jama’ takhir. Kemudian, malam hari di Muzdalifah dihabiskan dengan berdoa dan berzikir sampai azan salat Subuh berkumandang.

  • Melempar Jumrah

Aktivitas yang tidak boleh dilewatkan oleh jamaah haji adalah melempar jumrah yang dilakukan dilakukan sebelum matahari terbit pada tanggal 8 Dzulhijjah. Jamaah haji diminta untuk mengambil batu kerikil dengan ukuran sebesar biji kacang. Kemudian, batu tersebut dilemparkan sebanyak tujuh kali sambil mengucapkan kalimat takbir. Perlu diketahui bahwa lemparan jumrah ke arah kiri merupakan arah ke Baitullah. Sedangkan, lemparan jumrah ke arah kanan merupakan arah ke Mina. Jika lemparan jumrah meleset atau jatuh ke kolam, jamaah haji bisa mengulang kembali proses pelemparan jumrah.

  • Bercukur

Setelah melakukan pelemparan jumrah, jamaah haji wajib mencukur rambut mereka. Jamaah haji yang laki-laki harus menggunduli kepala mereka. Sedangkan, jamaah haji yang perempuan mencukup rambut dengan panjang satu ruas jari.

  • Tawaf

Jamaah haji tidak boleh melewatkan aktivitas yang satu ini, yaitu tawaf atau berkeliling Kabah. Tawaf dilakukan dengan cara berjalan mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali putaran dengan arah yang melawan jarum jam. Sepanjang melakukan tawaf, jamaah haji akan mengucapkan kalimat takbir dan doa. Setelah menunaikan tawaf, jamaah haji diwajibkan menunaikan salat sunah sebanyak dua rakaat yang dilaksanakan pada bagian belakang makam Nabi Ibrahim.

  • Sa’i

Jamaah haji harus melakukan sa’i. Sa’i adalah kegiatan berlari kecil yang dimulai dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak tujuh kali bolak-balik seperti yang dilakukan oleh Siti Hajar. Selama melakukan sa’i, jamaah haji harus membaca ‘laa ilaaha illallah’ dan ‘allohu akbar’ sebanyak tiga kali sambil mengarah ke arah kiblat.

  • Mabit

Jamaah haji harus kembali ke Mina untuk melakukan mabit selama dua sampai dengan tiga hari. Kemudian, jamaah haji akan melempar jumrah kubro, sugro, dan wusto pada tanggal 11 Dzulhijjah.

 

Haji mabrur menjadi harapan bagi semua umat Islam yang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Oleh karena itu, demi mendapatkan gelar haji yang mabrur, memilih jasa travel haji yang berkualitas diperlukan yaitu Elharamain Wisata. Jasa travel haji tersebut akan membantu proses ibadah haji supaya berjalan dengan lancar dan penuh kekhusyukan